Kututup telingaku rapat-rapat dengan bantal, ku pejamkan
mataku menghapus bayang-bayang akan dirimu, ah.. tetap saja suaramu membuatku
merinding! Bisakah sejenak kau tak menggangguku malam ini? aku bosan dengan
suaramu yang selalu muncul di malam-malam yang sepi ini. bosan!
Suara itu selalu muncul dimalam hari. Tak luput juga di malam
ini, suara itu kembali datang menemaniku, mengganggu lelapnya tidur dirumah
kontrakan baruku.
“Tak.. tok.. tak.. tok..”
“Ctakk!”
Oh tidaaaak...!
Knapa suara itu muncul lagi???
Beberapa hari ini aku selalu mendiamkan suara-suara tak jelas
yang selalu muncul di malam hari, memilih meringkuk di bawah selimut dan
menutup telingaku rapat-rapat, berharap tidak mendengar suara itu, namun tidak
malam ini, aku penasaran dengan suara yang selalu ku dengar di malam hari.
Terbangun dari lelapku, aku mendengar suara itu lagi
“tak.. tok.. tak.. tok..”
“Ah.. sial, apa benar ada setan di rumah ini seperti cerita
tetangga ku beberapa hari yang lalu?” batinku sedikit merinding.
Selama ini belum pernah aku melihat setan, entah seperti apa
wujudnya. Apa mungkin suara yang selama ini ku dengar adalah suara setan, aku
ingin membuktikan perkataan tetangga ku, mengenai setan yang ada dalam rumah
ini.
Keluar dari kamar perlahan menuju sumber suara, dimana suara
itu muncul dan menghilang dalam gudang samping kamarku, sebenarnya ini kamar,
tapi aku sulap menjadi gudang peralatanku yang tidak terlalu ku pakai. Perlahan
dengan berjingkat aku berjalan tanpa menimbulkan suara, menuju gudang yang
berada tepat disamping kamar tidurku. Sedikit begidik membayangkan apa yang ada
di balik pintu ini. perlahan dengan tetap tidak menimbulkan suara aku membuka
pintu ini, hatiku semakin tidak karuan merasakan degub jantungku yang berdetak
cepat dan serasa aku bisa mendengarkan degub jantungku sendiri.
Kubuka pintu itu perlahan, aku masuk ke dalam dan...
Sepi, tak kulihat makhluk yang mungkin menyerupai setan atau
sejenisnya... tidak ada suara apapun di dalam sini, aku semakin begidik
membayangkan hal-hal yang tidak sebenarnya tidak ingin kubayangkan.
Kamar yang gelap menambah suasana semakin tidak mengenakkan.
Saat ku lihat-lihat keadaan sekeliling tiba-tiba suara itu kembali datang.
“tak.. tok.. tak.. tok..”
“ksrssskkk”
Merinding aku mendengar siuara itu, bulu tengkukku serasa
berdiri semua, kakiku lemas untuk sekedar menggerakkannya, namun ku paksa kuat
untuk mengarahkan senterku ke balik lemari disudut ruangan.
Ku soroti daerah belakang lemari dan “oh sialaaaan....!!!”
Aku berteriak kencang diikuti ledak tawaku yang menertawakan
diriku sendiri. Ternyata selama ini suara itu berasal dari tikus yang berada di
rumah ini, bukan setan atau apalah itu seperti yang tetanggau pernah ceritakan
padaku.
“Oh tikuus... !! Besok mati riwayatmu!” bisikku sembari
menuju kamar dan kembali tidur dengan tenang, merasa aman karena suara itu
hanya berasal dari tikus-tikus nakal yang berada dirumahku.


hahaha...!
BalasHapushihihi...
BalasHapus